Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ekonomi

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Published

on

RRJateng – Stabilitas sektor jasa keuangan hingga pekan keempat Oktober, dalam kondisi terjaga. Hal itu di tengah perlambatan pertumbuhan perekonomian global.

“Intermediasi sektor jasa keuangan tercatat membukukan perkembangan yang stabil dengan profil risiko yang terkendali,” kata Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo,” Selasa (29/10/2019).

OJK menilai, melemahnya indikator ekonomi utama, yaitu indeks keyakinan konsumen, tingkat inflasi, purchasing manager index dan industrial production di negara ekonomi maju, berdampak pada penurunan permintaan di negara berkembang. Hal itu menjadi pertimbangan utama International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2019, dari 3,3% (April 2019) menjadi 3,0% (Oktober 2019).

Sementara, Bank Sentral negara ekonomi maju menyikapi hal tersebut dengan cenderung semakin dovish dan akan diikuti kebijakan yang ekspansif. “Dari kondisi itu, serta perkembangan terakhir trade war dan brexit yang cukup positif, telah mendorong aliran dana investor global masuk ke pasar keuangan emerging markets, termasuk Indonesia,” ujarnya.

Pada bulan September 2019, lanjutnya, investor nonresiden mencatatkan net buy sebesar Rp 12,5 triliun di pasar keuangan domestik. Pasar SBN mencatatkan penguatan yield sebesar 8,0 bps mtd dengan net buy investor nonresiden sebesar Rp 19,8 triliun.

Sementara itu, sejalan dengan pergerakan mayoritas pasar saham emerging markets di kawasan, IHSG mencatatkan pelemahan sebesar 2,5% mtm menjadi 6.169,1 dengan net sell investor nonresiden sebesar Rp 7,23 triliun,” tandasnya.

Sampai dengan 18 Oktober 2019, pasar SBN mencatatkan perkembangan yang positif, dengan penurunan yield sebesar 83,0 bps ytd dengan net buy investor nonresiden sebesar Rp 145,4 triliun.  Sedangkan IHSG mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,04% ytd, meskipun investor nonresiden mencatatkan net buy sebesar  Rp 49,3 triliun.

Kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan masih tumbuh positif di bulan September 2019. Kredit perbankan mencatat pertumbuhan sebesar 7,89% yoy, didorong oleh kredit investasi  yang tetap tumbuh double digit di level 12,84% yoy. Sementara itu, pertumbuhan piutang pembiayaan masih mengalami moderasi pertumbuhan di level 3,5% yoy,” paparnya.[realitarakyat.com]

Loading...
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Dana Pihak Ketiga Perbankan Berada Dalam Tren Meningkat

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Chevrolet Indonesia Tutup Tahun Depan

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Kenaikan Cukai Hanya Tambah Beban

Published

on

Continue Reading