Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ekonomi

Dana Pihak Ketiga Perbankan Berada Dalam Tren Meningkat

Published

on

RRJateng – Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan berada dalam tren meningkat sebesar 7,47% yoy. Hal itu ditopang oleh pertumbuhan deposito sebesar 7,60% yoy. Sementara, sepanjang Januari sampai September 2019, asuransi jiwa dan asuransi umum/reasuransi berhasil menghimpun premi masing-masing sebesar Rp 136,80 triliun dan Rp 75,40 triliun.

“Sampai dengan 22 Oktober 2019, penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp 133,43 triliun. Adapun jumlah emiten baru pada periode tersebut sebanyak 39 perusahaan dengan pipeline penawaran sebanyak 60 emiten dengan total indikasi penawaran sebesar Rp 48,14 triliun,” kata Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo,” Selasa (29/10/2019).

Berdasarkan data September 2019, lembaga jasa keuangan mampu menjaga profil risiko pada level yang manageable. Risiko kredit perbankan berada pada level yang rendah, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) gross perbankan sebesar 2,66% (NPL net: 1,15%). Walaupun mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

“Risiko nilai tukar perbankan berada pada level yang rendah, dengan rasio Posisi Devisa Neto (PDN) sebesar 1,94%. Ini jauh di bawah ambang batas ketentuan. Rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan tercatat relatif stabil di level 2,66%,” ucapnya.

Likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai. Liquidity coverage ratio dan rasio alat likuid/non-core deposit masing-masing sebesar 198,57% dan 92,20%, jauh di atas threshold. Permodalan lembaga jasa keuangan terjaga stabil pada level yang tinggi. Capital Adequacy Ratio perbankan perbankan sebesar 23,38%.

“Sejalan dengan itu, Risk-Based Capital industri asuransi umum dan asuransi jiwa masing-masing sebesar 321% dan 667%, jauh diatas ambang batas ketentuan. OJK senantiasa memantau dinamika perkembangan ekonomi global dan berupaya memitigasi dampak kondisi yang tidak mendukung ini, terhadap kinerja sektor jasa keuangan domestik,” imbuhnya.

Terutama terkait dengan profil risiko likuiditas dan risiko kredit.  OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan para stakeholder untuk memitigasi ketidakpastian eksternal yang cukup tinggi, menjaga kontribusi sektor jasa keuangan dalam pembangunan, dan menjaga stabilitas sistem keuangan.[realitarakyat.com]

Loading...
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Chevrolet Indonesia Tutup Tahun Depan

Published

on

Continue Reading

Ekonomi

Kenaikan Cukai Hanya Tambah Beban

Published

on

Continue Reading